MENGENALKAN
TEKNOLOGI KOMPUTER PADA ANAK USIA DINI
A.
Faktor
yang perlu diperhatikan dalam mengenalkan teknologi komputer
Dalam pembelajaran anak usia dini, kita perlu tahu kegiatan
komputer apa saja yang sesuai untuk anak usia dini. Anak
usia dini memiliki rasa keingintahuan yang sangat tinggi dan ego yang luar
biasa. Pembelajaran berbasis TIK ini sangat efektif untuk membangkitkan
motivasi dan rasa keingintahuan anak yang tinggi. Akan tetapi, banyak orangtua
yang ketakutan apabila rasa keingintahuan anaknya itu malah menjerumuskan
anaknya ke jalan yang tidak benar sehingga ketakutan itu akan membuat orangtua
lebih bersifat protektif terhadap anaknya bahkan sampai ada yang mengekang
anaknya. Padahal sikap seperti ini justru bukan merupakan sikap yang
efektif, karena kebanyakan anak-anak akan kehilangan kepercayaan dirinya
dan menjadi minder terhadap dunia luar. Rasa keingintahuan anak yang
tinggi itu memang harus dikontrol dengan ekstra tinggi, tetapi bukan dengan
cara itu untuk membuat anak tidak terjerumus. Seharusnya para orangtua juga
bersedia terlibat untuk belajar teknologi informasi, agar dapat membantu
anak-anak mereka bersiap menggunakaan teknologi informasi yang sesuai dengan
usia mereka.
Banyak orang berpendapat bahwa
pembelajaran yang berbasis pada TIK ini kurang baik bagi pelajar, apalagi
pelajar yang masih dibawah umur. Namun, banyak yang membuktian bahwa
pembelajaran ini sangat bermanfaat bagi semua pihak, baik itu para pendidik,
maupun peserta didiknya. Harus kita ketahui bahwa tujuan pembelajaran TIK pada
anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi termasuk
didalamnya pengenalan terhadap komputer. Pada tahap PAUD, anak masih dalam
batas mengenalkan komputer, bagian dan fungsi komputer itu sendiri, menggunakan
komputer dengan benar; seperti cara menghidupkan dan mematikan komputer, tertib
menggunakan komputer. Pembelajaran ini menurut saya sangat berpengaruh terhadap
perkembangan anak usia dini seperti perkembangan kognitif, afektif, maupun
sosial-emosional.
1. Perkembangan kognitif. Dengan adanya
pembelajaran ini, anak dapat belajar berhitung menggunakan aplikasi kalkulator
yang ada pada komputer, mengenal bentuk geometri, mewarna, menggambar
pemandangan yang disukai, mengelompokkan benda-benda yang sejenis, membuat
cerita sederhana atau membuat kartu ucapan untuk teman atau orang-orang yang
disayangi. Semua itu dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang
terdapat pada komputer.
2. Perkembangan afektif. Misalnya :
Suatu program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau
video yang isinya menggugah perasaan.
3. Perkembangan soaial-emosional. Aspek
yang lain yang dapat digali dalam pembelajaran komputer adalah bagimana ia
berinteraksi dengan teman, latihan berbagi, bekerja sama. Hal ini bisa
dilakukan oleh guru untuk mengkondisikan pembelajaran komputer secara
bergantian, atau berkelompok untuk materi-materi yang membutuhkan problem
solving.
B.
Fungsi dan keterbatasan Komputer
Kelebihan Komputer Sebagai Sarana KBM :
1.
Anak
dapat mengontrol Kegiatan Belajarnya
2.
Anak
dapat mengetahui hasil belajarnya secara periodic
3.
Dapat
menyimpan beragam informasi
4.
Dapat
memperlihatkan objek yang realistis
5.
Melatih
daya piker secara logis dan sistematis
Keterbatasan Program Komputer
1. Hanya bisa untuk pembelajaran kognitif dan intelektual, dan
tidak bisa untuk pembelajaran sikap dan keterampilan motorik
2.
Penggunaannya
bersifat individual
C.
Cara pemberian ICT pada anak usia dini
Teknologi
bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda, yang memiliki sisi positif dan
negatif. Sehingga implementasinyapun akan berbeda pada setiap usia perkembangan anak. Pada anak usia dini 0 – 8
tahun sesuai dengan konvensi anak dunia, serta 0 – 6 tahun menurut konsep
pendidikan yang ada di Indonesia, maka banyak cara mengenalkan teknologi pada
anak usia dini, yaitu :
1. Usia
0 – 2 tahun: Pada perkembangan anak usia ini, anak mulai belajar mendengar dan
mengenal sekitarnya, dari rangsangan-rangsangan yang ditimbulkan melalui
gerakan, serta suara. Kemudian anak mulai menirukan ketika mereka mulai
belajar berbicara. Pemberian IT pada usia anak demikian, dapat melalui
multimedia dengan cara diputarkan lagu-lagu rohani atau lagu anak.
Mengenalkan warna juga dapat melalui multimedia dengan memutarkan film-film
kartun anak, yang tentunya mendidikan. Mengapa? Karena film-film kartun saat
ini pun memiliki unsur warna yang beragam, sehingga anak dapat mengenalnya
walau tidak sekaligus, tetapi warna-warna yang dominan. Hal ini pun dapat
membantu pembentukan karakter anak.
2. Usia 3 – 4 tahun: Pada usia ini, anak mulai
menggunakan kalimat yang hampir lengkap, hal ini dapat dilihat dari cara
mereka menanyakan sesuatu hal. Menurut Piaget, cara anak mengajukan pertanyaan
menunjukkan perkembangan kognitif seorang anak. Pada anak yang berasal dari latar
belakang orang tua otoriter, anak kurang belajar berbicara, ketimbang
dalam keluarga yang demokratis, dimana anak bukan saja belajar “mendengar”
tetapi juga “didengar”. Oleh karenannya penting diberikan IT
melalui multimedia, dengan cara seperti pada usia anak 0 – 2 tahun, tetapi cara
pembelajarannya sedikit meningkat disesuaikan dengan usia anak yang telah dapat
menerima rangsangan lebih banyak. Misalnya mulai diajarkan melafalkan
ayat-ayat suci Al Qur’an, atau dikenalkan cerita-cerita Kitab Suci melalui
film-film, tentu saja perlu pendampingan orang tua sehingga dapat terlihat
sejauh mana anak mampu untuk belajar. Semakin banyak kesempatan anak
belajar untuk berbicara, dapat membantu anak menumbuhkan rasa percaya dirinya
sehingga pada usia sekolah mereka dapat mengenalkan dan mengungkapkan dirinya
secara lisan.
3. Usia 5 – 6 tahun: Pada usia ini, pengenalan
dunia IT sudah lebih meningkat. Pengenalan dapat berupa pengenalan perangkat
keras komputer (hardware) yang bisa dilihat dan dipegang langsung oleh anak,
misalnya : CPU, Monitor, Mouse, Keyboard dan Printer. Pengenalan
perangkat keras ini juga dilengkapi dengan penjelasan fungsi dari masing-masing
alat dengan cara langsung dipraktekkan (learning by doing).
4. Usia
7 – 8 tahun: pada usia ini, pengenalan dunia IT sudah masuh pada tingkat
program interaktif, dimana anak sudah bisa berinteraksi dengan program aplikasi
pembelajaran.
D.
Manfaat Pembelajaran TIK pada anak usia dini
Dalam Era globalisasi sekarang ini,
pemerintah sedang menggalakkan pentingnya pendidikan anak usia dini. Untuk
menciptakan generasi-generasi yang lebih unggul, juga nantinya mampu bersaing
tinggi kelak ketika mereka dewasa dan juga tidak melupakan nilai-nilai moral
dan budaya bangsa Indonesia. Karena anak usia dini merupakan masa golden age.
Dimana terbentuknya pertumbuhan dan perkembangan otak pada masa-masa usia dini
sekitar 0-8 tahun mencapai 80% pertumbuhan dan perkembangan pada otak manusia.
Ibaratnya sebuah spon mereka mampu dan cepat menyerap ilmu atau apapun yang
mereka terima, yang diberikan lingkungannya pada masa pertumbuhan dan
perkembanganya.
Akan tetapi kita tidak boleh
melupakan tugas dan hak kewajiban anak yaitu bermain sambil belajar. Karena
dengan suasana bermain seraya belajar tidak membuat anak merasa ditekan ataupun
tertekan pada situasi dan kondisi mereka yang sedang mempelajari diri dan juga
lingkungannya. Melainkan anak akan mendapat kemudahan pada proses belajar dalam
suasana bermain, yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Itulah sebabnya dikatakan
dunia anak adalah dunia bermain.
Tidak bisa kita
pungkiri dalam segala bidang TIK sudah menjadi kebutuhan pokok pada
kehidupan kita. Termasuk dalam dunia pendidikan. TIK memiliki peran penting
dalam sarana dan prasarana pembelajaran. Tujuan pembelajaran TIK pada anak usia
dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk memudahkan
anak usia dini dalam membantu proses belajar dengan cara yang menyenangkan,
kreatif, imaginative dengan memakai TIK sebagai sumber belajar, seperti CD
interaktif yang kini semakin banyak berkembang dalam modifikasi isi dari
pembelajarannya. Contohnya : belajar berhitung, belajar membaca, mengenal
huruf, mengenal warna, geometri, bentuk, juga mengenal lingkungan,binatang dan
tumbuh-tumbuhan serta lain-lainnya. Ada pula games-games yang menyenangkan
anak-anak tetapi juga syarat dengan pembelajaran seperti puzzle huruf. Sehingga
yang tanpa disadari anak, mereka belajar banyak mengenal kosakata dalam bahasa
inggris. Tau bagaimana berhitung. Yang pada masa sekarang ini banyak orang tua
memaksakan anak belajar tanpa memikirkan kebutuhan dan hak dalam dunia anak
yaitu bermain. Dengan adanya sarana dan prasarana TIK sebagai sumber belajar
menjadikan pembelajaran menjadi lebih atraktif juga kreatif. Membuat anak
menjadi lebih tertantang untuk bermain sambil belajar.
Anak-anak usia dini
sangat cepat dan mudah sekali belajar seraya bermain, yang terkadang kita
sebagai orang tua atau juga sebagai pendidik anak usia dini. Tidak boleh
melupakan pengawasaan dalam pembelajaran yang menggunakan sumber belajar TIK.
Agar anak-anak tidak jauh melenceng dari pengenalan pembelajaran yang kita
harapkan pada tujuan semula menjadikan TIK sebagai sumber belajar yang cocok
dan pantas bagi anak usia dini. Karena sebagai mana kita tau. selain TIK
memiliki dampak positif dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam
belajar, juga memiliki dampak negative jika kita kurang ataupun lengah terhadap
pengawasan dalam pembelajaran yang menggunakan TIK. Oleh karena itu hendaknya
segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan pembelajaran TIK, anak perlu
pengawasan dan pembelajaran yang seimbang dengan jiwa dan kebutuhan
pembelajaran, sehingga anak ataupun peserta didik tidak salah menggunakan
pemanfaatan perkembangan teknologi pembelajaran.
·
Dampak Negatif yang ditimbulkan
1. Efek radiasi
monitor yang perlu diwaspadi.
2. Jarak pandang yang
terlalu dekat dan pencahayaan yang kontras dapat mengganggu
indera penglihatan
anak.
3. Pengaturan waktu
penggunaan komputer yang terkadang los control sehingga waktu berlebihan yang
digunakan membuat anak tidak beraktivitas lain yang justru dapat merangsang seluruh aspek kecerdasannya.
4. Terhambatnya
interaksi sosial.
4.
KESIMPULAN
1. Keterkaitan
ICT dengan pendidikan anak usia dini itu sangatlah berpengaruh besar terhadap
perkembangan anak usia dini. Karena dimana dalam hal ini Anak usia dini
memiliki rasa keingintahuan yang sangat tinggi dan ego yang luar biasa.
Pembelajaran berbasis TIK ini sangat efektif untuk membangkitkan motivasi dan
rasa keingintahuan anak yang tinggi. Pada tahap ini, anak masih dalam batas mengenalkan komputer,
bagian dan fungsi komputer itu sendiri, menggunakan komputer dengan benar;
seperti cara menghidupkan dan mematikan komputer, dan tertib menggunakan
komputer. Pembelajaran ini menurut saya sangat berpengaruh terhadap
perkembangan anak usia dini seperti perkembangan kognitif, afektif, maupun
sosial-emosional.
ü Perkembangan kognitif. Dengan adanya
pembelajaran ini, anak dapat belajar berhitung menggunakan aplikasi kalkulator
yang ada pada komputer, mengenal bentuk geometri, mewarna, menggambar
pemandangan yang disukai, mengelompokkan benda-benda yang sejenis, membuat
cerita sederhana atau membuat kartu ucapan untuk teman atau orang-orang yang
disayangi. Semua itu dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang
terdapat pada komputer.
ü Perkembangan afektif. Misalnya :
Suatu program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau
video yang isinya menggugah perasaan.
ü Perkembangan soaial-emosional. Aspek
yang lain yang dapat digali dalam pembelajaran komputer adalah bagimana ia
berinteraksi dengan teman, latihan berbagi, bekerja sama. Hal ini bisa
dilakukan oleh guru untuk mengkondisikan pembelajaran komputer secara
bergantian, atau berkelompok untuk materi-materi yang membutuhkan problem
solving.
2. Fungsi dan peran ICT dalam lingkup
pendidikan anak usia dini
Fungsi
dan Peran ICT dalam lingkup PAUD yaitu :
Pentingnya
pemanfaatan ICT dalam pembelajaran mengingat potensi ICT
1.
Membuat konkrit konsep
yang abstrak misalnya untuk menjelaskan sistem peredaran darah.
2.
Membawa objek yang
berbahaya atau sukar didapat kedalam lingkungan belajar, misalnya :
binatang-binatang buah atau pinguin dari kutub selatan.
3.
Menampilkan objek yang
terlalu besar, misalnya pasar dan candi borobudur.
4.
Menampilkan objek yang
tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang misalnya :
mikroorganisme.
5.
Mengganti gerakan yang
terlalu cepat, misalnya dengan slow metion atau time lapse photograhy
6.
Memungkinkan siswa untuk
berinteraksi langsung dengan lingkunganya
7.
Memungkingkan
keseragaman persepsi dan pengamatan bagi pengalaman belajar siswa
8.
Membangkitkan motivasi
belajar siswa
9.
Menyajikan informasi
belajar secara konsisten, akurat, berkualitas dan dapat diulang penggunaanya
atau di simpan dengan sesuai kebutuhan
10. Menyajikan
pesan pelajar secara serempak untuk lingkup sasaran yang sedikit / kecil,
banyak / luas, mengatasi batasan waktu (kapan saja) atau ruang dimana saja.
11. Dan
secara meluas pendidikan ICT dapat memperluas kesempatan belajar, meningkatkan
kualitas, dan efesiensi belajar, memungkingkan terjadinya belajar mandiri, dan
belajar kooperatif, serta mendorong terwujudnya belajar sepanjang hayat.
kenapa tugasta yang satu ini tidak muncul semua???
BalasHapusmohon di perbaiki...